Merawat aki mobil sering kali dianggap sepele, padahal komponen ini memegang peranan penting dalam menyalakan mesin dan memasok listrik ke seluruh sistem kendaraan. Salah satu perawatan yang tak boleh disepelekan adalah cara cas aki mobil.
Waktu pengecasan yang terlalu singkat membuat aki tidak terisi penuh, sementara pengecasan berlebihan justru dapat memperpendek usia aki. Karena itu, memahami durasi pengisian yang tepat akan membantu menjaga aki tetap sehat, tidak mudah soak, dan bisa bertahan lebih lama.
Melihat video unggahan @brozacky88 di TikTok, pengecasan aki harus dilakukan dengan benar agar aki tidak mudah rusak. Aki yang akan dicas harus dipastikan memiliki air aki yang cukup. Selain itu, pemasangan kabel plus dan minus juga harus dipastikan benar. Sebelum aki dicas, kapasitas aki juga harus disesuaikan agar proses pengecasan dapat optimal.

Mengapa Cas Aki Mobil Harus Dilakukan?
Pengecasan aki bukan hanya sekadar untuk menyalakan kembali, melainkan juga untuk mengembalikan tegangan aki ke kondisi ideal. Tanpa dilakukan pengecasan atau pengisian ulang, aki dapat mengalami pelemahan secara bertahap, sehingga aki akan mengalami kerusakan.
Tanda-tanda bahwa aki harus dicas di antaranya adalah lampu redup, klakson melemah, mobil sulit dinyalakan. Indikator pada dashboard mobil juga dapat menyala ketika aki melemah. Selain gejala tersebut, tegangan aki juga dapat dicek untuk mengetahui apakah perlu dicas atau tidak.
Akibat Cas Aki Terlalu Lama
Pengecasan aki mobil, terutama aki tipe timbal-asam, memiliki batas aman tertentu. Beberapa akibat dari pengisian aki yang berlebihan yaitu gas hidrogen dan oksigen yang berlebih, sehingga berisiko menimbulkan tekanan dan panas yang tinggi.
Selain itu, pengisian aki yang terlalu lama juga dapat menyebabkan penurunan kapasitas aki, sehingga aki melembah dan mobil mudah mogok. Jika terus berlanjut, pengecasan berlebihan juga dapat memperpendek usia aki. Oleh karena itu, proses pengecasan tidak bisa dilakukan secara sembarangan atau dibiarkan terlalu lama tanpa kontrol.
Cara Cas Aki Mobil yang Benar
Pengecasan aki yang benar dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini:
Pertama, jika diperlukan, aki mobil dilepas terlebih dahulu untuk menghindari risiko gangguan pada komponen kelistrikan mobil.
Kedua, pemasangan kabel harus sesuai dan terpasang dengan baik. Masing-masing kabel plus dan minus harus dihubungkan dengan tembaga pada aki yang bermuatan sama.
Ketiga, pengisian aki harus disesuaikan dengan kapasitasnya untuk mencegah kerusakan pada aki. Umumnya, arus rendah lebih aman untuk menjaga kondisi aki.
Perbandingan Aki yang Rusak dan Aki yang Kehabisan Tegangan
Aki mobil yang rusak biasanya menunjukkan gejala yang cukup jelas, seperti voltase yang tetap rendah meskipun sudah dicas, daya yang cepat habis, hingga perubahan fisik seperti aki menggembung atau elektrolit mengeruh. Kerusakan ini umumnya disebabkan oleh usia pemakaian, overcharging, kekurangan air aki, atau kerusakan pada sel di dalamnya. Karena sifatnya permanen, aki rusak tidak lagi mampu menyimpan energi dengan stabil dan umumnya membutuhkan penggantian.
Berbeda dengan hal tersebut, aki yang hanya kehabisan tegangan masih berada dalam kondisi sehat secara struktur. Tegangan turun biasanya terjadi karena mobil jarang digunakan, perangkat listrik tertinggal menyala, atau alternator tidak mengisi dengan optimal. Setelah dilakukan pengecasan, voltase kembali normal dan kapasitas penyimpanan daya tetap stabil. Aki seperti ini dapat digunakan kembali tanpa perlu diganti selama penyebab awalnya sudah diperbaiki.
Pengecasan aki mobil harus dilakukan dengan langkah yang tepat dan pengawasan yang memadai. Dengan memahami cara pengecasan yang benar dan menjaga prosedur keselamatan, aki mobil dapat bertahan lebih lama dan performa kendaraan tetap optimal./armf



