Kesalahan Umum dalam Merawat Aki Basah Mobil Perlu Dihindari

Posted on

Aki basah mobil adalah komponen penting yang menjadi jantung sistem kelistrikan kendaraan. Tanpa perawatan yang tepat, meskipun memiliki kapasitas daya secara baik, aki ini bisa cepat rusak dan membuat terjebak di jalan.

Sebab, saat ini banyak pemilik mobil yang sering mengabaikan atau melakukan hal-hal salah saat merawatnya, akhirnya menyebabkan umur pakainya memendek. Kesalahan ini seringkali disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang karakteristik aki basah yang membutuhkan perawatan khusus dibandingkan jenis aki lain.

aki basah mobil
astraotoshop.com

3 Kesalahan Umum saat Merawat Aki Basah Mobil

Salah satu kesalahan terbesar dalam merawat aki basah pada mobil yaitu tidak memeriksa kadar cairan elektrolit secara teratur. Umumnya, cairan ini berperan penting dalam menghasilkan arus listrik yang dibutuhkan mobil.

Jika kadarnya terlalu rendah, maka plat logam di dalam aki menjadi mudah terkorosi, sehingga merusak kinerjanya. Sebaliknya, jika terlalu tinggi, cairan bisa tumpah dan merusak komponen sekitarnya. Sebaiknya periksa kadar cairan setiap 2-3 bulan, terutama saat musim panas atau dingin kemudian isi dengan air suling jika dibutuhkan.

Melansir dari channel YouTube Rustanto Autoinfo, perawatan aki basah pada mobil penting agar tetap awet. Dalam merawat aki, perlu menjaga level air aki. Pastikan semua level rata. Perhatikan juga terminal aki. Jika terjadi oksidasi, segera bersihkan. Pastikan bracket aki kencang dan semua lobang normal (tidak tertutup apapun) untuk mencegah terjadinya overheat. Hasil akhir, aki mobil akan awet dan hemat biaya jika memang perawatan dilakukan dengan benar.

1. Tidak Membersihkan Terminal Aki dari Korosi

Kesalahan umum yaitu korosi pada terminal aki basah. Tanda-tandanya adalah munculnya noda putih atau hijau pada bagian koneksi kabel. Korosi akan menghambat aliran arus listrik dari aki ke kendaraan, menyebabkan mobil sulit menyala atau bahkan tak bisa hidup sama sekali.

Jika dibiarkan terlalu lama, nantinya korosi bisa merusak terminal secara permanen dan harus menggantinya. Cara mengatasinya mudah, cukup bersihkan terminal menggunakan sikat halus dan larutan baking soda yang dicampur air. Kemudian keringkan dan olesi dengan gemuk pelumas untuk mencegah terjadinya korosi kembali.

2. Meninggalkan Perangkat Elektronik Menyala Saat Mesin Mati

Selanjutnya yaitu meninggalkan lampu dalam, radio, atau perangkat elektronik lain menyala saat mesin mati. Hal ini akan membuat aki terus membuang daya tanpa mendapatkan pengisian dari generator.

Sehingga, menyebabkan aki kehabisan daya sepenuhnya yang tidak hanya membuat mobil tidak bisa menyala, tetapi juga merusak sel-sel aki jangka panjang. Bahkan perangkat kecil seperti charger HP yang terhubung bisa menguras daya secara perlahan.

3. Mengisi Daya Aki dengan Alat Pengisi yang Tidak Sesuai

Terakhir, menggunakan alat pengisi daya yang tidak sesuai dengan spesifikasi aki basah mobil. Alat pengisi yang memiliki tekanan arus terlalu tinggi bisa merusak sel-sel aki dan menyebabkan cairan elektrolit menguap cepat.

Sebaliknya, alat yang terlalu lambat bisa membuat pengisian tidak sempurna. Sebelum mengisi daya, pastikan alat pengisi sesuai dengan kapasitas dan tegangan aki. Disarankan untuk menggunakan alat pengisi dengan fitur pengendali otomatis yang berhenti sendiri saat aki penuh untuk menghindari kerusakan.

Perbandingan Efisiensi Antara Aki Basah vs Aki Kering Mobil

Umumnya, aki basah memiliki efisiensi daya yang tinggi dan cocok untuk mobil dengan perangkat elektronik banyak, tetapi membutuhkan perawatan rutin. Sementara itu, aki kering lebih praktis karena tidak perlu diisi cairan, memiliki umur pakai yang relatif sama, tetapi efisiensi daya dalam kondisi berat sedikit lebih rendah.

Kedua jenis memiliki kelebihan dan kekurangan, namun efisiensi keduanya tergantung pada perawatan maupun penggunaan yang tepat. Untuk pemilik yang mau melakukan perawatan, aki basah bisa memberikan kinerja lebih baik.

Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, aki basah mobil akan tetap berfungsi optimal dan awet. Ingat, perawatan secara tepat tidak hanya menghemat biaya mengganti aki, tetapi juga mencegah hal tidak diinginkan di jalan. /tasya